Pelecehan yang dilakukan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terhadap surat Al Maidah berlangsung secara terus menerus.
Sebab, belum selesai Ahok berurusan dengan kasus penodaan agama karena menyebut Al Maidah sebagai alat kebohongan, calon gubernur petahana itu kembali melecehkan surat yang sama.
Hal itu sebagaimana sebuah video yang viral dengan durasi satu menit, saat Ahok rapat mengusulkan nama akun WiFi Al Maidah dan password kafir.
Politikus Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia memprediksi pelecehan Ahok tidak akan berhenti sampai di situ dan akan terus menerus dia lakukan.
“Jauh di awal dan berulang kali juga sudah saya sampaikan bahwa Ahok memang memiliki agenda khusus untuk mendiskreditkan dan melemahkan Islam dari kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia,” kata dia kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (26/2).
Menurutnya, Ahok melakukan hal tersebut secara sistematis mulai dari tulisan di buku, sesi interview, isi pidato, dan ucapan spontannya.
Ahok tentu tidak sendirian. Keberaniannya itu muncul karena ada dukungan dari kekuatan politik dan ekonomi yang juga tidak suka Islam. Mereka berusaha memaksakan ideologi dan keyakinan tertentu yang tak sesuai dengan mayoritas rakyat Indonesia.
“Jadi Ahok sesungguhnya sedang menjalankan ‘misi menghancurkan Islam’ yang menurut saya sama saja dengan menjalankan ‘misi de-Pancasilaisasi’ atau ‘misi de-Indonesianisasi’. Ahoklah yang sesungguhnya sedang mengembangkan sikap intoleran, anti kebhinnekaan dan anti Pancasila,” pungkasnya.

No comments:
Post a Comment